Selasa, 26 November 2013

sabar

dalam setiap kisah pasti ada satu tokoh yang menjadi pahlawan dan pasti ada satu orang yang harus menjadi korban, entah itu korban apa saja yang berhubungan dengan hati dan diwujudkan dengan perasaan. memang setiap jalan itu ada kerumitannya masing-masing dan terpaksa kita harus menunggu sebuah masa dimana kita harus bertanya kapan akan datang??
bukan membodohkan diri
hanya bersabar untuk menjemput datangnya waktu itu
dan kini aku pergi meninggalkan mu menghindari mimpi-mimpi indah saat bersamamu
larut dan berlalu dengan sabar

Rabu, 13 November 2013

*_*

rasanya dahaga sudah menjadi dahak yang menggulung menghiasi suara disetiap sentilan nafasku
rasanya lelah sudah seakan nafas tertatih tatih berjalan berjajar dibarisan terdepan nafasku
sudah jauh dari mimpi
sudah jauh dari angan
angin segar sulit kurasakan

Kamis, 17 Oktober 2013

Manusia

         Manusia mengalami berbagai macam rasa yang akan menghantui kecintaakn seseorang terhadap suatu hal, dimana dalam nya rasa akan menjerat cipta tuk berkarya. suatu masa kita akan menyadari betapa kita diperbudak dan dibelenggu oleh rasa yang didalangi ego. disini manusia berbicara tentang rasa, disana pula manusia akan berbicara akan asa. dan semua akan kembali pada suatu titik dimana manusia hanya terbelenggu dengan rasa bosan dan jenuh, lelah dan patah serta mulai membuang mimpi dan angan-angan panjang dibenak mereka.

Kamis, 10 Oktober 2013

IRONIS

sastra itu langka
sastra itu mahal
sastra itu sulit
sastra itu rumit

tapi kenapa sedikit yang tertarik
apa karena tak menjanjikan harta
apa karena tak nampak kewibawaan
atau mungkin tak dapat menjamin kau naik tahta?

apa u pikir kami adalah manusia yang berambut gimbal
yang bebas tanpa punya kendali
tak berpikir panjang hanya mencari kesenangan saja?
atau mungkin u pikir kami urak'an penuh tato dimana-mana.

taukah kau karya kami hilang ketika kau tak peduli
harusnya kita satu hati
semestinya....

apa u tau indonesia tak kan jaya, tak akan merdeka, dan tak akan nikmati dunia tanpa adanya karya dari kami
camkan itu

kartini tak kan bisa membela mu jika ia tak tulis surat dalam hitamnya pena
cut nyadin tak kan jadi pembela tanpa ia memaksa lepas

Selasa, 01 Oktober 2013

RAGU

Senja dan lukis dua hal yang satu dihatiku.
Senja dan syair dua cinta yang satu dijiwaku. 
Senja dan mimpi dua nyawa yang ingin ku nikmati jalannya.
Semoga bs..
 
Sejauh in ku baru merasa salah langkah.
Apa harus ku nimati ato harus ku buang atokah aku harus mengulang dari awal lagi.
Jika ku diam jingga mu kian memerah semangat mu kian memancar tapi masih tetap saja ku kelu langkah
Bimbang arah..




By. Rika Prabawati

Senin, 30 September 2013

RUANG

Karya itu indah
Seni itu arti
Karya itu mimpi
Seni itu impi

Dimna mata bisa berbinar
Dimana bibir bisa bersua
Dimana tangan bisa berkata
Dimana aku dan u dan mereka bisa berbincang tentang alam

Satu dan bersatu dlm tunggalnya karya
Kerinduan berekspresi





By. Rika Prabawati

Jumat, 27 September 2013

MASIH SAMA

Ku genggam belati
Ku tusuk Pelangi
Kuseret arti maknanya hadirmu
Ku hujamkan namamu didasar api

Meski kau yang luka tapi kenapa harus aku yang merasa
Terbujur lemas asaku ditepuk debur gelombang asa
Jika harus ku mengumpat kalimat apa yang pantas
Jika harus ku berteriak kata apa yang wajib ku cuatkan diatas lakumu yang kaku






By : Rika Prabawati

Kamis, 26 September 2013

Sudahlah

Sudahlah
Pergi sajalah
Menghilang sajalah
Mati sajalah

Buat apa kenangan
Untuk apa kenangan
Kenapa aku harus mengenang mu
Jika nyatanya kau tak pernah Memikirkanku

Sudahlah
Pergi sajalah
Menghilang sajalah
Mati sajalah

Buat apa ku harus mencintaimu
untuk apa cintaku masih ku jaga
Sedang kau tak ada hati untukku
Percuma jika harus memperjuangkan cinta yang memang nyata tepukan sebelah tangan

Sudahlah
Pergi sajalah
Menghilang sajalah
Mati sajalah
 
Buat apa kagum jika menyakitkan
Buat apa cinta jika hanya luka ku dapat
Buat apa sayang jika harus begini adanya
Buat apa rasa jika memang semua harus berakhir

Sudahlah
Pergi sajalah
Menghilang sajalah
Mati sajalah dengan kenangan lamamu
Ku mengalah sajalah, ku bunuh kenanganmu bersama lukaku.


 



By. Rika Prabawati

Jumat, 20 September 2013

JIWA

jiwa mengalir dalam raga
setiap ucap pun tak mampu merasa
jiwa satu dalam rasa
andai senja harus menghilang
andai malam tak jua datang
andai mimpi harus menjadi impi

satu jengkal kelok langkah mengharu
mengharuskan kita tuk bersandar dalam asa
sayang asaku terpendam dalam impi
impiku pun menghilang dalam rasa

tak ada cinta
tak ada bayangan
tak ada gambaran tentang semua
tak ada asa tentang arti
arti dimana ku harus berbagi
arti dimana ku harus memberi
arti dimana ku harus sendiri
arti dimana cinta bersemi

hilang rasa hilang asa
membujur kaku disetiap langkah
menjadi benalu disetiap nafas
merapuh dan rapuh

tua
tumbang
terngangat asa
sirna

diusung asaku yang nyaris mati
ya sudahlah
terbanglah
pergilah
menghilanglah
sampai kelangit jingga biru memuncak
dan ku hanya bisa merasa
aku masih cinta kau




By. Rika Prabawati

Jumat, 30 Agustus 2013

Ego *

Jemari kecil ini mungkin akan merangkai kata menjadi sikap kerja yang nyata dari masing-masing pribadi kehidupan manusia. Seraya menari beralun lembut seperti menyentuh nada disetiap denting piano  yang kian mendekat ke ulu hati sanubari. Disetiap syair terlukis kata menyudutkan jiwa manusia. 

Aku dan bayanganku
Aku dan egoku
Aku dan pribadiku
Aku dan bintang

Ego ku adalah
Elang yang menyambar, mencengkram kuat hati, menghujam asa tuk kembali rapuh, mudur, dan mati
Gerakan langkah yang semakin senyap, seperti bintang yang tak bernanarkan cahaya
Omongan-omongan dengan nada sumbang menghasut asa, jatuh, rapuh, patah

Hati satu, raga satu, jiwa satu,
"Manah rusak, rogo sengsoro, jiwo kuciwo"

Ego yang memberikan kenistaan diri
Membelenggu asa tuk berlari, berontak, dan khianat
Bukan pedebah yang merengek dibawah ketiak ibunya
Bukan bajingan yang menjerit sakau
Dan bukan banci yang mencari suapan-suapan kecil nasi
Tapi, ini aku dan ego  kita

Aku dan kau terjerembak dalam ego yang sama
Aku dan kau terhasut mimpi yang sama
Aku dan kau ya
aku dan kau

Egomu membuatku diam
Perasaan mu yang merapuhkan hidupku
Suaramu mencandui fikiranku
Tapi ego mu membuatku pergi menjauh dari mu, lari, dan menghindar.

Tak ingin ku menghujat bayanganmu
Tak sanggup ku memeluk mu
Jika hati telah patah
jika rasa kian sirna, cintaku terhalang egomu dan semua tlah  berakhir
Biar lara ku telan sendiri, tak usah kau hiraukan diriku.






By. Rika Prabawati


Rabu, 21 Agustus 2013

RINDU IBU

Mama ingat kah engkau dengan lagu ini ?

Tak lelo lelo lelo ledung
Cup menenga aja pijer nangis
Anakku sing ayu rupane
Yen nangis ndak ilang ayune

Tak gadang bisa urip mulyo
Dadiyo wanito (priyo kang) utomo
Ngluhurke asmane wong tuwa
Dadiyo pandekaring bangsa

Wis cup menenga anakku
Kae mbulane ndadari
Kaya butho nggegilani
Lagi nggoleki cah nangis

Tak lelo lelo lelo ledung
Enggal menenga ya cah ayu
Tak emban slendang batik kawung
Yen nangis mundak ibu bingung

Dulu Saat aku menangis kau berusaha tuk menenangkan aku, kau puji aku dan kau berikan sejuta keindahan dalam kelembutan suara lirih mu
Kau tanam kedamaian dalam hati kecilku
kau kukuhkan langkahku tuk berjuang 
Dan kau slalu menepis nada sumbang disetiap gotro tembang mu

Ma, lagu ini masih manis ku dengar hingga kini aku besar
Kau ingin aku menjadi wanita yang pakerti luhur, santun dalam ucap, jujur dalam berbuat
Ma, maafkan anak mu yang sampai saat ini belum mampu mengangkat nama baik mu
Ma, aku masih menjadi pecundang yang takut akan mentari, yang tumbang terhempas angin

Mama, durhaka kah aku
Jika gerakku masih statis
Jika langkahku masih tertatih
jika dihembus nafasku masih membimbang kemana dan dimana harus ku jalani

Ma, kau selalu bisa membasuh air mataku dengan sentuhan lembut jemari mu
Kau selalu bisa membuatku kembali tertawa
Kau selalu bisa memberikan aku kebahagiaan yang orang lain tak bisa lakukan itu
Tapi, kau lihat aku ma
Aku kah anak durhaka yang diutus tuhan untuk mu
Aku slalu membuat mu bersedih  dan bahkan disetiap kali kau menangis aku slalu tak ada disampingmu
Aku tak bisa membasuh air mata mu
Aku juga tak bisa memeluk mu saat kau terluka
Berikan mu ketenangan pun serasa sulit kulakukan

Ma, aku rindu peluk mu
Aku rindu kecupan mu
Aku rindu usapan lembut jemari mu
Aku rindu pelangi harapan di mata mu yang coklat indah seindah bidadari surga

Ma, kasih mu abadi
Cintamu suci
Langkahmu surga
Bayanganmu mulia     

Ma, andaikan air mata ini bisa ku gadaikan tuk menebus kesalahanku padamu malaikatku pasti akan ku lakukan. ku sadari kebahagiaan hanya bersama mu cinta kasih abadi yang tuhan persembahkan padaku.

Tuhan terimakasih atas kesempatan yang kau berikan padaku atas ibuku
Tuhan kau maha sempurna kau ciptakan keindahan dalam sisa waktuku bersamanya
Tuhan ku titipkan salam kerinduanku pada ibuku
Tuhan ku tinggalkan kampung halamanku demi ibu ku dan aku pasti akan kembali hanya untuk ibu ku
Tuhan, engkaulah yang maha kuasa, jadikan pengorbananya sebagai kebahagiaannya dimasa tuannya, karena itu kemuliaan utama pengabdian seorang anak pada ibu..

Kuatkan aku Tuhan
Bantu langkahku tuk menjemput pelukan ibuku yang hangat
Jadikan aku kebahagiaan nya..

Teruntuk Mama Maryati di Klaten
Salam sejuta rindu pada mu
Ditanah rantau ini aku pasti kembali, jangan menangis, ku genggam erat cinta kasihmu..

I LOVE U, MOM


By. Rika Prabawati

Selasa, 23 Juli 2013

larantau

Larantau


air mengalir menembus ruang dan waktu 
terbang tinggi ke awan jatuh terhempas begitu saja
deru angin tak pernah lelah memberi pesona rintik hujan
menapak tilas pelangi kecil tak bersayap diatas cakrawala indah memancar

setiap pagi mataku disambut oleh rintik-rintik kecil embun sekanan menjadi restu bumi padaku
aku dan badai
aku dan bara
aku dan ceritaku
berhimpit menyatu bagai bayang-bayang kelam  menaungi sekujur tubuhku hingga biru kaku tak berirama pada setiap sayat detak jantungku

aku dan hujan bercerita tentang cinta sang awan pada sang air
aku dan pelangi bercerita tentang cinta hujan pada mentari
aku dan senja bercerita tentang cinta mentari pada sang ufuk
aku dan diriku
ya hanya aku dan diriku, bingung dan menanar binar keawan-awan hingga negri sebrang. entah ku tak tau sampai kapan bayangan ini akan menjadi kosong tanpa pengharapan dan penghayatan

mungkin dalam kecemasan jiwa slalu terselip kata menghadirkan renungan-renungan goresan-goresan semangat berkarya
semangat berjuang
semangat berkorban
terusi beribu ide dan berirama bayangan
kebimbangan rupanya tak mau kalah berjuang, bimbang semua teratur dalam raga dengan sederet nyawa yang masih bernafas, ku lihat tanah hijau diselimuti pohon sawit yang rindang
sangat nampak tak terurus dalam gelitik guraunya berkata :
"lelah bukan?"
"lupa, sedikit iya"
"lepas berayun hinggap dalam penat, suntuk dan jenuh"



By. Rika Prabowo



Kamis, 18 Juli 2013

Galau

Sisi Lain


Sebenarnya manusia hidup untuk apa?
Bukan kah hanya menambah dosa dan menodai dunia
Pantas saja malaikat dan syaiton mempertanyakan hal itu
Manusia sendiripun juga bertanya, sedikit menggelengkan dan menyunggingkan senyum diatas kepenatan yang memang penuh dengan kebenaran

Gak nerimoan
Gak sareh
Gak pedulian
Gak mikiran
Gak perasaan

Dari sisi mana kita melihat
Dari sisi mana kita harus mendengar
Dari sisi mana kita harus bersikap
Kau keluhkan rasamu dipundaku
Kau rapuhkan asaku tuk berdiri
Kau penatkan pikiran yang telah melemah

Rapuh, bungkam, dan menciut nyaliku




by. Rika Prabowo

Senin, 15 Juli 2013

Fikiran

Rasa atau asa?


Manusia tercipta untuk saling mengerti bukan untuk egois
Tilik menilik arti merasa pilu
Memikul haru
Mengharum tumbuh dijaman

Malas sudah jika ada derita disini
Malas sudah jika bayangan hitam selalu menyayat fikiran

Aku dalam diam
Aku dalam rasa
Aku dalam asa
Asa ?
Kenapa aku berkata asa!
Sedang raga mengalami patah dalam diam
Bernafas dalam jutaan partikel monoksida
Berkarisma dalam ribuan tahta karbonat

Penatlah sudah jiwaku
Penatlah sudah nafasku
Pinsanlah sudah diriku

Aku bingung dan malas sekali berfikir mengedarkan ribuan molekul oksigen yang kosong akan arti kedalam otak ku
Memaksakan sistem keseimbangan tubuhku tuk berbacu mengadu waktu
Berjuang demi apa? Aku pun tak taulah sudah

Malas lah sudah diriku ini
Harus merasakan karisma pelangi dalam kegelapan malam
Membayangkan arti yang tak mungkin terjadi


By. Rika Prabowo

Jumat, 12 Juli 2013

UMUR


mentari pagi kian mencoba berlari
waktu mulai menghambat mimpi-mimpi
kicau burung kian sirna, seiring langkah kaki ku kian menjauh
jejak kaki ku kian menbesar seiring usiaku yang kian tak lagi muda

dulu  bayi, dilahirkan penuh kebahagiaan canda tawa selalu mereka berikan untukku
dulu balita, yang selalu dimanja, digendong kesana-kemari tanpa kenal lelah
dulu kanak-kanak yang menjanjikan ku cita-cita, bergelimang kemegahan dan dunia fantasi nan indah dan penuh harapan

remaja, adalah masa dimana perpindahan itu berada
aku yang dulu, aku yang sekarang, atau aku yang nanti
bukan bingung hanya bertanya didalam hati
aku dengar sebuah sajak kebil yang sepele tapi penuh arti
"beruntung itu jika kita tidak dilahirkan kedunia, yang kedua adalah dilahirkan tapi mati muda, sedangkan yang paling sial itu orang yang dilahirkan sampai tua"

mungkin kau tak paham 
dan mungkin aku juga tak paham
yang jelas itu lah hidup

apakah umur akan bertambah tua?
aku pun tak tau bagaimana aku akan menjadi tua nanti
aku juga tak tau bagaimana aku akan dikenang nanti
manusia lahir dan dilahirkan dalam harapan
aku juga ingin berharap, kalian bisa bahagia bersamaku

kehidupan tersusun dari berbagai urat dan gurat canda diatas duka
tawa diatas nestapa
beralih fungsi menghambar jika kau tak sadar
itu lah hidup

kehidupan mengalir seperti sungai yang beradu didasar muara
kapal berlayar bukan lah halangan
angin kencang bukan lah keraguan
diam juga bukan pilihan
kricik-gemricik menebas batu kali
debur-berdebur menghantam batu karang
semangat tak gentar memecah karang dalam angan
seiring usia yang menghantam badai
teringat akan masa lalu

buaian-buaian manis bunda 
tangisan-tangisan kecilku
kecupan manis ayah
tangisan-tangisan kecilku
kerelaan hati kakak
tangisan-tangisan kecilku

seiring detik melangkah
seiring waktu mengoyakan raga
seiring kesepian kian mencabut semangat dalam asaku
semilu rasa jika kau rasa

kini waktu yang memaksa akan kenaikan usiaku
waktu yang memaksa akan artinya hadirku disisimu
waktu yang menjebak anganku melangkah terlalu jauh
dan ku harap waktu yang akan membuatku kalian kenang kembali



by. Rika Prabowo



Kamis, 11 Juli 2013

puisiku

HIDUP

Kupu-kupu terbang terbawa angin
Kepak-mengepak menghilir badai
Bukan kesedihan yang dinanti tapi sebuah perubahan dalam semangat yang menyala
Bersatu berkerumun mencari arti
Hidup sejati tujuan utama

Menancapkan hati dalam sebuah asa
Jeripayah telah tumbuh dan berkembang subur
Kuat mengakar menembus batas kehidupan
Berjuang bersatu menemukan cintaku

Disini aku masih tertatih cinta
Tertatih mencoba untuk selalu menemukan engkau
Aku sungguh sayang dikau
Aku sungguh ingin bersama engkau

Tapi aku masih bingung mencari jalan menuju mu begitu rumit sekali
Sering aku menemukan kebuntuan dalam hidup
Hingga membuatku jatuh dan terpuruk patah arang
Wahai kekasih utusan illahi semoga kita segera dipersatukan dalm ikatan suci
Dan aku harap dya adalah engkau


Ucap hormat dan sayangku hanya untuk mu

By.  Rika Prabowo







*Alam*

Sebuah masa yang akan menjadi sebuah kenanganan itu lah alam
Sebuah kepingan waktu berjalan mengkayuh mimpi itu lah alam
sebuah harapan tentang alam
ku coba berbagi tentang alam

Berbisik tentang alam
Kan ku ceritakan padamu akan indahnya alam
Tiada yang banyak tau tentang arti alam
Mungkin aku pun juga tak begitu banyak tau tentang alam
Tapi yang aku tau alam itu selalu tersenyum kepada kita apapun kondisi perasaan  kita, seolah mencari sensasi untuk membuat mu tersenyum

Mari ku bisikkan tentang asaku yang terpendam
Aku tak tau kenapa asaku pun terpendam
Mungkin karena terlalu banyak mimpi yang menggelora
Atau mungkin karena begitu banyaknya keputusan-keputusan yang menyesakkan dada

 Dialam ini aku tersenyum
Dialam ini aku tertawa
Dialam ini aku berbisik tentang hidup
Kebahagian alam adalah senyum

Kau tau senyum alam itu sangat indah
Kau lihat awan diufuk senja, Berratus-ratus warna emas mengalir indah dalam nuraninya
Kau lihat mentari di ufuk barat sana, beribu-ribu kehidupan menantinya
Kau lihat satu bintang kecil di ufuk sore nan cerah, disanalah berjuta-juta jiwa menantikannya dengan penuh harap dan senyuman itu lah alam.
Senja kecil bermandikan cahaya itulah alam yang tersenyum padamu.

By. Rika Prabowo