Senin, 06 Oktober 2014

Diujung batas

       Ada air yang mengalir dari hulu kehilir sesuai dengan batas dan ketentuan dari sang pencipta. ada sebuah takdir yang menggariskan semua asa menjadi nyata. ada sebuah harapan yang menjadi batas dalam setiap angan. dan ada juga sebuah kisah yang hanya menjadi klise.
        Manusia menjalani kehidupan sesuai dengan kodratnya sebagai makluk ciptaan sang kuasa. angan yang terfokus akan menjadi penyejuk suasana dimanapun kita berada dan bernegosiasi dengan denah-denah jalan kehidupan. sendiri kadang menghampiri sebuah titik dinoda-noda gelap dengan jaring laba-laba menadi penyayat jingga. entah batasan apakah yang menjadi asa yang menjadi penyokong rona merah kehidupan yang menyenangkan.
         Ada sebuah batasan yang memjadikan aku ada disini berdiri diatas kakiku sendiri tapi entah mengapa yang menjadi jejak dalam langkahku bukan aku yang sesungguhnya. dalam jejak langkahku kutemui ada ikatan yang membuatku terbelenggu dan tak dapat berjalan menyusuri jalan yang aku inginkan sendiri. kebebasan hampir saja musnah dengan mata yang tandus gersang, telinga yang menganga dengan lengkingan kebisingan, dan dengan aroma busuk yang menjadi pengiring setiap suap rongga jiwaku menelan dunia.
          Hari ini kutemukan cintaku yang menjadi penopang kebebasan ku menemukan makna arti jalan yang sebenarnya. hari ini akan ku mulai melepaskan jas kelamku yang usang dengan wangi-wangian air got. ku temukan penguat rasa artinya kemelaratan dan kenyamanan.