Larantau
air mengalir menembus ruang dan waktu
terbang tinggi ke awan jatuh terhempas begitu saja
deru angin tak pernah lelah memberi pesona rintik hujan
menapak tilas pelangi kecil tak bersayap diatas cakrawala indah memancar
setiap pagi mataku disambut oleh rintik-rintik kecil embun sekanan menjadi restu bumi padaku
aku dan badai
aku dan bara
aku dan ceritaku
berhimpit menyatu bagai bayang-bayang kelam menaungi sekujur tubuhku hingga biru kaku tak berirama pada setiap sayat detak jantungku
aku dan hujan bercerita tentang cinta sang awan pada sang air
aku dan pelangi bercerita tentang cinta hujan pada mentari
aku dan senja bercerita tentang cinta mentari pada sang ufuk
aku dan diriku
ya hanya aku dan diriku, bingung dan menanar binar keawan-awan hingga negri sebrang. entah ku tak tau sampai kapan bayangan ini akan menjadi kosong tanpa pengharapan dan penghayatan
mungkin dalam kecemasan jiwa slalu terselip kata menghadirkan renungan-renungan goresan-goresan semangat berkarya
semangat berjuang
semangat berkorban
terusi beribu ide dan berirama bayangan
kebimbangan rupanya tak mau kalah berjuang, bimbang semua teratur dalam raga dengan sederet nyawa yang masih bernafas, ku lihat tanah hijau diselimuti pohon sawit yang rindang
sangat nampak tak terurus dalam gelitik guraunya berkata :
"lelah bukan?"
"lupa, sedikit iya"
"lepas berayun hinggap dalam penat, suntuk dan jenuh"
By. Rika Prabowo

