Selasa, 23 Juli 2013

larantau

Larantau


air mengalir menembus ruang dan waktu 
terbang tinggi ke awan jatuh terhempas begitu saja
deru angin tak pernah lelah memberi pesona rintik hujan
menapak tilas pelangi kecil tak bersayap diatas cakrawala indah memancar

setiap pagi mataku disambut oleh rintik-rintik kecil embun sekanan menjadi restu bumi padaku
aku dan badai
aku dan bara
aku dan ceritaku
berhimpit menyatu bagai bayang-bayang kelam  menaungi sekujur tubuhku hingga biru kaku tak berirama pada setiap sayat detak jantungku

aku dan hujan bercerita tentang cinta sang awan pada sang air
aku dan pelangi bercerita tentang cinta hujan pada mentari
aku dan senja bercerita tentang cinta mentari pada sang ufuk
aku dan diriku
ya hanya aku dan diriku, bingung dan menanar binar keawan-awan hingga negri sebrang. entah ku tak tau sampai kapan bayangan ini akan menjadi kosong tanpa pengharapan dan penghayatan

mungkin dalam kecemasan jiwa slalu terselip kata menghadirkan renungan-renungan goresan-goresan semangat berkarya
semangat berjuang
semangat berkorban
terusi beribu ide dan berirama bayangan
kebimbangan rupanya tak mau kalah berjuang, bimbang semua teratur dalam raga dengan sederet nyawa yang masih bernafas, ku lihat tanah hijau diselimuti pohon sawit yang rindang
sangat nampak tak terurus dalam gelitik guraunya berkata :
"lelah bukan?"
"lupa, sedikit iya"
"lepas berayun hinggap dalam penat, suntuk dan jenuh"



By. Rika Prabowo



Kamis, 18 Juli 2013

Galau

Sisi Lain


Sebenarnya manusia hidup untuk apa?
Bukan kah hanya menambah dosa dan menodai dunia
Pantas saja malaikat dan syaiton mempertanyakan hal itu
Manusia sendiripun juga bertanya, sedikit menggelengkan dan menyunggingkan senyum diatas kepenatan yang memang penuh dengan kebenaran

Gak nerimoan
Gak sareh
Gak pedulian
Gak mikiran
Gak perasaan

Dari sisi mana kita melihat
Dari sisi mana kita harus mendengar
Dari sisi mana kita harus bersikap
Kau keluhkan rasamu dipundaku
Kau rapuhkan asaku tuk berdiri
Kau penatkan pikiran yang telah melemah

Rapuh, bungkam, dan menciut nyaliku




by. Rika Prabowo

Senin, 15 Juli 2013

Fikiran

Rasa atau asa?


Manusia tercipta untuk saling mengerti bukan untuk egois
Tilik menilik arti merasa pilu
Memikul haru
Mengharum tumbuh dijaman

Malas sudah jika ada derita disini
Malas sudah jika bayangan hitam selalu menyayat fikiran

Aku dalam diam
Aku dalam rasa
Aku dalam asa
Asa ?
Kenapa aku berkata asa!
Sedang raga mengalami patah dalam diam
Bernafas dalam jutaan partikel monoksida
Berkarisma dalam ribuan tahta karbonat

Penatlah sudah jiwaku
Penatlah sudah nafasku
Pinsanlah sudah diriku

Aku bingung dan malas sekali berfikir mengedarkan ribuan molekul oksigen yang kosong akan arti kedalam otak ku
Memaksakan sistem keseimbangan tubuhku tuk berbacu mengadu waktu
Berjuang demi apa? Aku pun tak taulah sudah

Malas lah sudah diriku ini
Harus merasakan karisma pelangi dalam kegelapan malam
Membayangkan arti yang tak mungkin terjadi


By. Rika Prabowo

Jumat, 12 Juli 2013

UMUR


mentari pagi kian mencoba berlari
waktu mulai menghambat mimpi-mimpi
kicau burung kian sirna, seiring langkah kaki ku kian menjauh
jejak kaki ku kian menbesar seiring usiaku yang kian tak lagi muda

dulu  bayi, dilahirkan penuh kebahagiaan canda tawa selalu mereka berikan untukku
dulu balita, yang selalu dimanja, digendong kesana-kemari tanpa kenal lelah
dulu kanak-kanak yang menjanjikan ku cita-cita, bergelimang kemegahan dan dunia fantasi nan indah dan penuh harapan

remaja, adalah masa dimana perpindahan itu berada
aku yang dulu, aku yang sekarang, atau aku yang nanti
bukan bingung hanya bertanya didalam hati
aku dengar sebuah sajak kebil yang sepele tapi penuh arti
"beruntung itu jika kita tidak dilahirkan kedunia, yang kedua adalah dilahirkan tapi mati muda, sedangkan yang paling sial itu orang yang dilahirkan sampai tua"

mungkin kau tak paham 
dan mungkin aku juga tak paham
yang jelas itu lah hidup

apakah umur akan bertambah tua?
aku pun tak tau bagaimana aku akan menjadi tua nanti
aku juga tak tau bagaimana aku akan dikenang nanti
manusia lahir dan dilahirkan dalam harapan
aku juga ingin berharap, kalian bisa bahagia bersamaku

kehidupan tersusun dari berbagai urat dan gurat canda diatas duka
tawa diatas nestapa
beralih fungsi menghambar jika kau tak sadar
itu lah hidup

kehidupan mengalir seperti sungai yang beradu didasar muara
kapal berlayar bukan lah halangan
angin kencang bukan lah keraguan
diam juga bukan pilihan
kricik-gemricik menebas batu kali
debur-berdebur menghantam batu karang
semangat tak gentar memecah karang dalam angan
seiring usia yang menghantam badai
teringat akan masa lalu

buaian-buaian manis bunda 
tangisan-tangisan kecilku
kecupan manis ayah
tangisan-tangisan kecilku
kerelaan hati kakak
tangisan-tangisan kecilku

seiring detik melangkah
seiring waktu mengoyakan raga
seiring kesepian kian mencabut semangat dalam asaku
semilu rasa jika kau rasa

kini waktu yang memaksa akan kenaikan usiaku
waktu yang memaksa akan artinya hadirku disisimu
waktu yang menjebak anganku melangkah terlalu jauh
dan ku harap waktu yang akan membuatku kalian kenang kembali



by. Rika Prabowo



Kamis, 11 Juli 2013

puisiku

HIDUP

Kupu-kupu terbang terbawa angin
Kepak-mengepak menghilir badai
Bukan kesedihan yang dinanti tapi sebuah perubahan dalam semangat yang menyala
Bersatu berkerumun mencari arti
Hidup sejati tujuan utama

Menancapkan hati dalam sebuah asa
Jeripayah telah tumbuh dan berkembang subur
Kuat mengakar menembus batas kehidupan
Berjuang bersatu menemukan cintaku

Disini aku masih tertatih cinta
Tertatih mencoba untuk selalu menemukan engkau
Aku sungguh sayang dikau
Aku sungguh ingin bersama engkau

Tapi aku masih bingung mencari jalan menuju mu begitu rumit sekali
Sering aku menemukan kebuntuan dalam hidup
Hingga membuatku jatuh dan terpuruk patah arang
Wahai kekasih utusan illahi semoga kita segera dipersatukan dalm ikatan suci
Dan aku harap dya adalah engkau


Ucap hormat dan sayangku hanya untuk mu

By.  Rika Prabowo







*Alam*

Sebuah masa yang akan menjadi sebuah kenanganan itu lah alam
Sebuah kepingan waktu berjalan mengkayuh mimpi itu lah alam
sebuah harapan tentang alam
ku coba berbagi tentang alam

Berbisik tentang alam
Kan ku ceritakan padamu akan indahnya alam
Tiada yang banyak tau tentang arti alam
Mungkin aku pun juga tak begitu banyak tau tentang alam
Tapi yang aku tau alam itu selalu tersenyum kepada kita apapun kondisi perasaan  kita, seolah mencari sensasi untuk membuat mu tersenyum

Mari ku bisikkan tentang asaku yang terpendam
Aku tak tau kenapa asaku pun terpendam
Mungkin karena terlalu banyak mimpi yang menggelora
Atau mungkin karena begitu banyaknya keputusan-keputusan yang menyesakkan dada

 Dialam ini aku tersenyum
Dialam ini aku tertawa
Dialam ini aku berbisik tentang hidup
Kebahagian alam adalah senyum

Kau tau senyum alam itu sangat indah
Kau lihat awan diufuk senja, Berratus-ratus warna emas mengalir indah dalam nuraninya
Kau lihat mentari di ufuk barat sana, beribu-ribu kehidupan menantinya
Kau lihat satu bintang kecil di ufuk sore nan cerah, disanalah berjuta-juta jiwa menantikannya dengan penuh harap dan senyuman itu lah alam.
Senja kecil bermandikan cahaya itulah alam yang tersenyum padamu.

By. Rika Prabowo