Jumat, 30 Agustus 2013

Ego *

Jemari kecil ini mungkin akan merangkai kata menjadi sikap kerja yang nyata dari masing-masing pribadi kehidupan manusia. Seraya menari beralun lembut seperti menyentuh nada disetiap denting piano  yang kian mendekat ke ulu hati sanubari. Disetiap syair terlukis kata menyudutkan jiwa manusia. 

Aku dan bayanganku
Aku dan egoku
Aku dan pribadiku
Aku dan bintang

Ego ku adalah
Elang yang menyambar, mencengkram kuat hati, menghujam asa tuk kembali rapuh, mudur, dan mati
Gerakan langkah yang semakin senyap, seperti bintang yang tak bernanarkan cahaya
Omongan-omongan dengan nada sumbang menghasut asa, jatuh, rapuh, patah

Hati satu, raga satu, jiwa satu,
"Manah rusak, rogo sengsoro, jiwo kuciwo"

Ego yang memberikan kenistaan diri
Membelenggu asa tuk berlari, berontak, dan khianat
Bukan pedebah yang merengek dibawah ketiak ibunya
Bukan bajingan yang menjerit sakau
Dan bukan banci yang mencari suapan-suapan kecil nasi
Tapi, ini aku dan ego  kita

Aku dan kau terjerembak dalam ego yang sama
Aku dan kau terhasut mimpi yang sama
Aku dan kau ya
aku dan kau

Egomu membuatku diam
Perasaan mu yang merapuhkan hidupku
Suaramu mencandui fikiranku
Tapi ego mu membuatku pergi menjauh dari mu, lari, dan menghindar.

Tak ingin ku menghujat bayanganmu
Tak sanggup ku memeluk mu
Jika hati telah patah
jika rasa kian sirna, cintaku terhalang egomu dan semua tlah  berakhir
Biar lara ku telan sendiri, tak usah kau hiraukan diriku.






By. Rika Prabawati


Rabu, 21 Agustus 2013

RINDU IBU

Mama ingat kah engkau dengan lagu ini ?

Tak lelo lelo lelo ledung
Cup menenga aja pijer nangis
Anakku sing ayu rupane
Yen nangis ndak ilang ayune

Tak gadang bisa urip mulyo
Dadiyo wanito (priyo kang) utomo
Ngluhurke asmane wong tuwa
Dadiyo pandekaring bangsa

Wis cup menenga anakku
Kae mbulane ndadari
Kaya butho nggegilani
Lagi nggoleki cah nangis

Tak lelo lelo lelo ledung
Enggal menenga ya cah ayu
Tak emban slendang batik kawung
Yen nangis mundak ibu bingung

Dulu Saat aku menangis kau berusaha tuk menenangkan aku, kau puji aku dan kau berikan sejuta keindahan dalam kelembutan suara lirih mu
Kau tanam kedamaian dalam hati kecilku
kau kukuhkan langkahku tuk berjuang 
Dan kau slalu menepis nada sumbang disetiap gotro tembang mu

Ma, lagu ini masih manis ku dengar hingga kini aku besar
Kau ingin aku menjadi wanita yang pakerti luhur, santun dalam ucap, jujur dalam berbuat
Ma, maafkan anak mu yang sampai saat ini belum mampu mengangkat nama baik mu
Ma, aku masih menjadi pecundang yang takut akan mentari, yang tumbang terhempas angin

Mama, durhaka kah aku
Jika gerakku masih statis
Jika langkahku masih tertatih
jika dihembus nafasku masih membimbang kemana dan dimana harus ku jalani

Ma, kau selalu bisa membasuh air mataku dengan sentuhan lembut jemari mu
Kau selalu bisa membuatku kembali tertawa
Kau selalu bisa memberikan aku kebahagiaan yang orang lain tak bisa lakukan itu
Tapi, kau lihat aku ma
Aku kah anak durhaka yang diutus tuhan untuk mu
Aku slalu membuat mu bersedih  dan bahkan disetiap kali kau menangis aku slalu tak ada disampingmu
Aku tak bisa membasuh air mata mu
Aku juga tak bisa memeluk mu saat kau terluka
Berikan mu ketenangan pun serasa sulit kulakukan

Ma, aku rindu peluk mu
Aku rindu kecupan mu
Aku rindu usapan lembut jemari mu
Aku rindu pelangi harapan di mata mu yang coklat indah seindah bidadari surga

Ma, kasih mu abadi
Cintamu suci
Langkahmu surga
Bayanganmu mulia     

Ma, andaikan air mata ini bisa ku gadaikan tuk menebus kesalahanku padamu malaikatku pasti akan ku lakukan. ku sadari kebahagiaan hanya bersama mu cinta kasih abadi yang tuhan persembahkan padaku.

Tuhan terimakasih atas kesempatan yang kau berikan padaku atas ibuku
Tuhan kau maha sempurna kau ciptakan keindahan dalam sisa waktuku bersamanya
Tuhan ku titipkan salam kerinduanku pada ibuku
Tuhan ku tinggalkan kampung halamanku demi ibu ku dan aku pasti akan kembali hanya untuk ibu ku
Tuhan, engkaulah yang maha kuasa, jadikan pengorbananya sebagai kebahagiaannya dimasa tuannya, karena itu kemuliaan utama pengabdian seorang anak pada ibu..

Kuatkan aku Tuhan
Bantu langkahku tuk menjemput pelukan ibuku yang hangat
Jadikan aku kebahagiaan nya..

Teruntuk Mama Maryati di Klaten
Salam sejuta rindu pada mu
Ditanah rantau ini aku pasti kembali, jangan menangis, ku genggam erat cinta kasihmu..

I LOVE U, MOM


By. Rika Prabawati